Sabtu, 25 April 2009

jagoan baru

Mahluk Aneh Di Dagestan

Bertugas di Dagestan, Rusia. Selama tiga bulan terakhir tahun 1941, seorang tentara berpangkat letnan kolonel bernama V. S. Karapetyan diminta oleh pejabat lokal untuk memeriksa seseorang yang mencurigakan yang ditangkap di pegunungan dekat Buinaksk. Individual dengan penampilan yang aneh, tahanan ini diduga mata-mata yang sedang menyamar. Diharapkan bahwa Karapetyan yang seorang dokter tentara dapat menentukan apakah tersangka memakai topeng dan pakaian untuk menyamar. Kolonel itu melaporkan :

Saya masih dapat membayangkan makluk itu berdiri di depan saya, berjenis kelamin laki-laki, telanjang, kaki telanjang. Dan tak diragukan lagi dia adalah manusia, karena bentuk keseluruhan adalah manusia. Akan tetapi, pada punggung, dada dan bahu tertutup oleh bulu yang panjang dan kasar berwarna coklat tua.

Orang itu berdiri benar-benar tegak dengan lengan tergantung, tingginya lebih dari manusia rata-rata sekitar 180 cm. Dia berdiri di depan saya bagaikan raksasa, dadanya amat menonjol ke depan. Jari-jarinya tebal, kuat dan amat besar. Secara keseluruhan, dia jauh lebih besar dari pada penduduk lokal.

Dari matanya tidak menyiratkan apa-apa kepada saya. matanya suram dan memandang kosong-mata binatang.....

Ketika ia kami masukkan kedalam ruang pemanas dia berkeringat banyak sekali. sewaktu saya mengunjunginya saya melihat mereka memberikannya makan dengan mengulurkan ke mulutnya, namun tidak ada reaksi. Saya menyimpulkan bahwa ia bukanlah manusia biasa yang sedang menyamar namun ia adalah manusia liar yang entah tidak saya ketahui.

Sang Letkol sangat terkejut ketika diberitahukan oleh penduduk lokal bahwa makluk yang dilihatnya itu adalah Kaptar dan sudah dikenal secara umum di Dagestan.(Ivan Sanderson, Abominable Snowmen, pp 292-99)

Pembantaian Mahluk Asing Oleh Ibu-Ibu di China

Kaum perempuan di daerah yang jarang penduduknya di propinsi Zhejiang China pernah bertemu mahluk asing mirip dengan kera di bulan mei 1957. Ketika semua laki-laki desa sedang pergi kerja di bukit. Xu Fudi mendengan suara teriakan dari anak perempuannya yang masih kecil, bergegas pergi ke tempat anaknya yang sedang menjaga sapi dan melihat anaknya sedang berusaha untuk bisa melepaskan diri dari pelukan mahluk raksasa yang mirip dengan kera. Sang ibu segera mengambil sepotong kayu dan memukul makluk itu dengan panik.

Mahluk itu melompat ke sawah dan mencoba lari namun akhirnya terperangkap di lumpur. Xu Fudi memukulnya lagi namun kemudian mendapat perlawanan dari sang mahluk asing. Lalu datanglah sekelompok teman-teman wanita Xu Fudi dan beramai-ramai mengoroyok mahluk itu hingga pingsan. Tetapi mahluk itu belum benar-benar mati, ketika ia sadar kembali, air mata mengalir di wajahnya sebelum para ibu membunuhnya dan memotong-motong per bagian. Keesokkan harinya terdengar suara panggilan sedih dari arah bukit. (Pursuit, 14:64-66,kuartar kedua 1981).

Batu yang Kembali Lagi

Ivan Sanderson yang menulis kisah nyata di atas kali ini menceritakan apa yang ditemuinya di Sumatra ketika mengunjungi sebuah perkebunan karet 1928, ia ikut berpartisipasi dalam hiburan yang paling ane dalam hidupnya. Makan malam telah usai dan semua orang berkumpul diberanda. Tiba-tiba batu-batu kecil mulai menghujani lantai beranda tadi dari arah kegelapan, kemudian ia berkata,

Tuan rumah memberitahukan kepada kami....bahwa batu-batukecil ti berulang kali datang, terutama pada malam-malam tertentu dan yang biasanya tenang, tetapi tidak selalu gelap......ketika semua orang merasa heran dan skeptis, tuan rumah kami kemudian meminta kami untuk memberikan tanda pada batu-batu itu dengan cara kami sendiri dan melemparkannya kembali arah dari bau itu tadi datang. Tak lama kemudian batu-batu yang bertanda itu terlempar kembali kepada kami, saya tidak habis pikir sebab tidak mungkin ada orang iseng yang bisa melempar kembali batu-batu yang telah kami beri tanda dengan dalam hitungan detik. saya sungguh sangat heran.(William G. Roll, The Poltergeist, p.38).



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

harap isi ini
:) -->
:D -->
:$ -->
:( -->
:p -->
;) -->
:k -->
:@ -->
:# -->
:x -->
:o -->
:L -->
:O -->
:r -->
:y -->
:t -->
:s -->
:~ -->
:v -->
:f -->
:d -->
:c -->
:z -->

ultimate web translator with flags